Pages

Senin, 03 Januari 2011

saat ia hadir.....


(Penulis mendapat isnspirasi membuat tulisan ini setelah menghabiskan setengah malam bercerita dengan salah seorang sahabat terdektanya)

Saat ia hadir, kita tak tahu kenapa tiba- tiba ia hadir, ia datang dengan sendirinya.

Tiba- tiba saja semangat itu membuncah

Tiba- tiba saja hati itu bergemuruh

Ada sesuatu yang lain. Yang sebelumnya tak pernah kita rasakan

Masih ingatkah kau akan hal itu kawan?

Tentu! Karena hari itu adalah saksi sejarah bagaimana kau bisa setidaknya hingga saat ini berdiri di sini, dijalan ini

Semuanya kita abaikan, semuanya kita hiraukan. Ejekan, sindiran, cacian bahkan hal itu mungkin kita dapatkan dari orang-orang terkasih pula, namun Semuanya kita lalui dengan semangat yang berkobar. Dengan satu tujuan. Perubahan!

Segala jalan kita tempuh untuk bisa berada disini, dijalan ini. Itulah dulu. Saat ia hadir…..

Bagaimana saat ini kawan?

Masihkah semangat itu berkobar seperti dahulu?

Masihkah kita terus mencari perubahan-perubahan lainnya?

Atau kita sudah cukup merasa puas?

cukupkah hanya dengan bergelar akhwat or ikhwan saja?

cukupkah hanya dengan berpakaian rapi?

Cukupkah hanya dengan berjenggot?

Tidak! semuanya tidak hanya cukup sampai disitu kawan!

Teruslah mencari perubahan- perubahan lainnya.

Mungkin saja apa yang kia lakukan saat ini hanya nol koma sekian persen dari jalan kita menuju surga-Nya.

Bahkan ketika kita menyia-nyiakan hidayah itu, Allah akan mencabutnya! Itulah yang dikataka seorang pemateri saat aku mengikuti sebuah kajian dikampus

Tentu kita takkan mau hidayah yang sudah kita pertahankan itu, pergi begitu saja...

Karena hanya orang –orang terpilihlah yang mendapatkan hidayah!

Hanya!

Bayangkan betapa banyak mereka yang masih bergelut dalam kekufuran

Sementara kita? Pikirkan betapa sayangnya Allah pada kita

Bahkan terkadang tanpa kita minta, Allah sendiri yang memberikannya pada kita, dengan Cuma-Cuma!

Kenapa Allah harus memilih kita? Kenapa tidak dengan yang lainnya saja?

Kenapa? Hanya Allah yang tahu.

Dan setelah itu masih pantas kah kita untuk menyianyiakan nya?

Tidak!

Ayyuhan ikhwa…. Mari kita pertahankan bahkan kita harus meningkatkan apa yang telah kita dapat kemarin…

Agar kita memang benar- benar layak dikatakan orang yang terpilih

T_T

By: ukh_risa

Minggu, 02 Januari 2011

nanti kan ketemu juga ^__^


sobat.... kemarin aku menemukan sebuah mutiara

sebelumnya aku tak tahu bahwa benda itu adalah sebuah mutiara
mereka bilang itu adalah mutiara, namun aku tak mempercayainya
aku terus tak acuh pada benda tersebut, dan mencari mutiara yang sebenar-benarnya, yang sesuai dengan keiinginanku

namun.... suatu saat entah mengapa mutiara itu tiba-tiba berada ditanganku.
sekilas aku mengamatinya. dan aku merasakan ada yang berbeda darinya. tapi aku tetap mencoba untuk tak mengubrisnya. aku terlalu menyepelekannya dan beberapa mutiara lainnya.

hingga sampai sampai saatnya.
mutira itu sendiri yang menyapaku. menunjukkan kilaunya. memperlihatkan keindahannya.
dan menunjukkan padaku bahwa ia sangat berbeda dari lainnya.
akupun hanya bisa terdiam
ya! dialah yang selama ini kucari.

tanpa kusadari
semakin hari aku semakin sering memperhatikannya
aku semakin mengagumi, dan sangat ingin memilikinya
namun, aku tak tahu ia milik siapa?

sempat berfikir untuk mencurinya
dan mengabaikan pemiliknya

namun hatiku tak tenang...
aku bukanlah seorang pencuri
aku sangat ingin memilikinya. tapi aku harus tau dulu siapa pemiliknya.
izinkah ia?

dalam pencarianku tersebut, akhirnya aku menemukan pemiliknya
dan ternyata ia tak mengizinkanku memilikinya
ya... akhirnya aku harus mengikhlaskannya
membiarkannya pergi

toh... jika aku bersabar
suatu saat nanti mugkin aku akan mendapatkan
mutiara yang jauh lebih indah dari padanya

ya! aku akan bersabar

by: ukh_risa

Sabtu, 01 Januari 2011

pelajaran dari adikku sayang


Sore itu aku sedang berkumpul diruang tamu bersama keluarga dikisaran. Yang lain pada bercengkrama, aku pun berniat untuk log in facebook, mumpung laptop tanteku lg nganggur, selain itu aku juga hendak mengirim berkas ke e-mail kakak kelasku. Baru saja beberapa saat PW dengan facebook tiba-tiba paman ku (adik mama) dari Tanjung Balai datang, beserta istri dan putrinya yang masih duduk dibangku teka.

Anak pamanku ini bernama Hafiza Al-Husna, dipanggil fiza, anaknya riang,bijak, lucu, namun suka merajuk. Ia lumayan dekat denganku, walau kami sangat jarang bertemu namun ia selalu mengingatku, diantara seluruh cucu nenekku, dialah yang paling mirip denganku diwaktu kecil, berikut dengan sifat merajuknya hehehe. Nah setelah turun dari kereta, si fiza langsung mengucapkan salam, menyalami kami satu persatu dan menuju kearahku, aku melihat ditangannya ada bungkusan plastik yang aku tak tahu isinya. Tapi seketika perasaanku tidak enak, hehehe.

Fiza: (mengeluarkan seluruh isi dalam kantongan plastic) “Kak Rida, kita main ular tangga yuuk….”

Tuh kan bener perasaanku gk enak, mana baru aja log in, berkas belum dikirim, diajak main ular tangga, waduh….

Aku: “ Ha? Ular tangga?, em… bentar ya sayang, setengah jam lagi, ok…”

Fiza: “ Ahhh…. Gk mau,,, Fiza mau sekarang….. ayoklah….” Rengek Fiza

Ayah Fiza: “ Iya tuh kak Rida, dari rumah tadi si Fiza uda niat main ular tangga ma kak Rida

Yasuw lah…. Kasihan juga nih anak, lagian kami jarang ketemu. Nggak apalah, nanti juga bisa OL lagi. Batinku

Permainan gitu-gitu aja, walau aku sering dapat tangga, tapi aku juga sering dapat ular, sehingga gak tamat-tamat, padahal udah bosen abis…tapi lihat si Fiza semangat mainnya aku nggak tega. Dan aha! Tuing… ada ide menarik, aku tipuin aja si Fiza, toh dia juga masih teka, nggak ngerti apa- apa. Macam betul aja sampe maghrib kami gini- gini terus…

Berbagai strategi sudah tersusun dalam kepalaku, tapi… tiba-tiba terbesit.. nggak ah, masak anak baru kecil gini udah ditipuin. Lagian aku kan kakaknya aku harus mengajarkan contoh yang baik. Justru dari hal kecil seperti ular tangga inilah aku ajarkan kejujuran sama dia. Ckckck…. Aku ini….. astaghfirullah...

Akhirnya aku urungkan niatku, dan akupun terus memulai permainan Dengan Fiza. Singkat cerita akhirnya aku memenangkan permainan…dengan jujur tentunya “ye ye ye” hehehehe. Hatikupun lega…akhirnya siap juga ular tangga ini

Namun kelegaanku tidak berlangsung lama karena tiba- tiba

Fiza: “ Kak rida, kita main monopoli yookk…”

Gdubrak!!! Apalagi ini? Ternyata dibalik kertas ular tangga tersebut, adalagi permainan lainnya namanya monopoli.

Aku: “Ini permainan apa Fiza?,kakak nggak ngerti.” Aku memang sering mendengar peraminan nya, namun nggak pernah memainkannya.

Fiza: “ Ini monopoli kakak… biar Fiza ajarin deh.”

Sedikit mulai mengerti cara memainkannya, walaupun agak aneh, soalnya ajaran Fiza agak beda (hehehe). Tapi untunglah permainan segera berhenti, kali ini benar-benar berhenti Fiza pun segera mengemasi permaiannya, memasukkannya ke kantong plastik. Karena apa? Karena ada Bernad Bear ti TV… oh Alhamdulillah… ya walaupun dia minta ditemenin nonton nggak apalah, daripada maen ular tangga or monopoli terus, lagian aku juga lumayan suka kok Bernad Bear. Walaupun Cuma sesekali nonton.

Kemudian, datanglah cemilan peyek dari dapur, maknyus nih, sambil nonton pikirku, langsung ku ambil dari toples. Eh si Fiza kembali berceloteh

Fiza: “ Kak rida nggak cuci tangan dulu sebelum makan?”

Aduh susah juga ya punya adik- adik bijak, di medan udah ada raihan dan hani yang hamper tiap hari membuatku agak2 puyeng, di kisaran ada si Fiza. Tapi emang bener juga apa yang dibilangnya. Aku pun memutar otak. Tapi belum nemu apa jawaban yang bagus. Sementara si peyek udah ditanganku. Akhirnya aku balik bertanya

Aku: “Emang Fiza udah cuci tangan?”

Fiza: “ Ini Fiza mau cuci tangan.” seketika ia berlari ke kamar mandi, dan kembali sambil mengambil peyek ditoples. Dan akupun masih tercengang, peyek yang tadi masih ditanganku belum kumakan. Tante ku pun tersenyum melihat tingkah Fiza..

Akhirnya aku sok stay cool aja, ngalihkan pembicaraan. Habis nggak tau mau jawab apa. Fiza…Fiza.. hari ini banyak banyak pelajaran yang diambil dari anak sekecil dirimu.

Pertama, jangan pernah mengajarkan hal buruk pada anak kecil, walaupun mungkin ia masih belum mengerti. Dan justru dari kecil lah ia harus sudah dibiasakan untuk hal- hal yang baik (loh ngomognya kek udah punya anak aja hehehe). Namun jangan salah memory perekam anak kecil jauh lebih kuat dari pada orang dewasa. Berhati-hatilah dalam bertindak.

Kedua cuci tangan sebelum makan. Hehehehehe

Fiza…kakak sayang sama Fiza, sama Syahid , Syafiq, Raihan, Hani, Arif, Nisa, Ela, Nazrul, Ikhsan. Dan semua adik-adik kakak lainnya….^_^

By: ukh_risa

Senin, 20 Desember 2010

ibu...ibu...ibu...


Yap.. yap…yap… baru tersadar besok mother’s day . itupun setelah membaca status seorang kakak kelas

Pasti banyak orang yang mencari hadiah untuk ibunya. Apakah itu hanya sekedar meramai- ramaikan saja atau memang karena ingin memberikan sesuatu kepada sang ibu tercinta, tidak ada yang tahu.

Kalau ibuku sih, beliau lebih suka melihat anaknya menjadi seorang yang berarti, dalam arti kata, bisa dibanggakan, akhlaknya baik, patuh pada orang tua, kuliah ok! Dari pada sekedar memberi hadiah, namun pasca dari pemberian hadiah tersebut tidak ada sesuatu yang didapat selain hadiah.

Beberapa hari lalu, seorang sahabat mengajakku untuk mengikuti gerakan membasuh kaki ibu. Lalu dengan senyum ku jawab “ Rasanya aku dan ibuku tidak suka dengan hal seperti itu, sebab setiap hari juga kami selalu membangun kemesraan berdua dirumah.” Walaupun waktu bertemu dengan ibuku sangat sedikit dirumah (dikarenakan jadwalku yang sangat banyak), namun kami masih selalu sempat untuk saling berpelukan, ibuku masih sempat untuk mencium keningku sebelum tidur, masih sempat menanyakan “gimana hari ini nak?” saat setiba aku pulang dari kampus, masih sempat duduk berdua sambil membahas hari- hari ku dikampus. Dan bagiku itu jauh lebih penting, jauh lebih mempererat hati kami dibanding sekedar membasuh kaki ibu.

Ya hari ibu memang bagus, untuk lebih mengingatkan para anak akan jasa- jasa ibu mereka, agar para anak didunia ini bisa jadi anak yang lebih menghormati ibu mereka. Namun kalau hanya sekedar untuk satu hari, apa gunanya? Jadikanlah hari ibu 22 desember besok, menjadi hari ibu untuk seterusnya bagimu! Sehingga berbakti pada orang tua, mencium pipinya, memeluknya, memberi hadiah padanya, tidak hanya setiap 22 desember saja.

And the important things berikan hal- hal luar biasa baik, yang bisa membuat ibumu merasa bersykur memiliki kamu! Kalau ditanya? Aku juga belum selalu memberikan hal – hal yang luar biasa pada ibuku, namun aku selalu berusaha untuk terus memberikan hal – hal luar biasa padanya.

Yap! Besok hari ibu, jadikan hari ibu besok menjadi hari ibu seterusnya… oke friends.. kasihan dong ibu kita masak jasa- jasanya yang tak kan pernah bs kita balas itu, hanya diperingati satu hari aja.

Aku, kamu, dan mereka. Kita semua sama- sama mencintai ibu kita

By: ukh_risa

Senin, 06 Desember 2010

C.I.N.T.A


kata seorang pemateri saat aku menghadiri sebuah pengajian: "cinta itu energi"

lantas berfikir..... in the physic energi itu takkan pernah habis/hilang (energi tidak dapat diciptakan, dan juga dimusnahkan) hanya saja energi berubah bentuk dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain. yup! memang begitulah cinta

bahasan tentang cinta itu takkan pernah habis. never! di belahan bumi manapun membahas tentang cinta nggak akan ada habisnya. so... how to treat the LOVE?
nah balik ke energi dalam fisika tadi yang harus kita lakukan pada cinta adalah mengubah bentuknya. dari cinta yang tidak syar'i menuju cinta yang syar'i.

apaan tuh cinta syar'i?
cinta yang syar'i adalah mecintai apapun itu yang kita cintai karena Alloh. apapun itu! baik itu terhadap manusia kah, terhadap amanah kita di kampus kah, terhadap gaji hasil privat les yang kita peroleh kah, terhadap apapun yang kita cintai semuanya dilandaskan karena Alloh.

terhadap manusia....
ini nih yang selalu terjadi miskonsepsi.... kebanyakan orang menganggap cinta itu hanya kepada manusia saja. di tambah aplikasinya pun bersalahan. zaman sekarang penerapan cinta kepada manusia di ekspresikan dalam bentuk pacaran, sampe ada pula yang mencetuskan pacaran islami.... ini nih yang lebih parah, sob... islam tuh nggak pernah melegalkan pacaran ,kecuali setelah walimahan, coba deh kamu cek di Al-Qur'an or Hadist. belum ada tuh surat or riwayat yang jelasin pacaran qabla nikah, yang ada ba'da nikah.. hehehe

nah, mencintai manusialah pada haknya. kalau yang belum haknya tahan dulu sobat, jangan terlalu diekspresikan. cukup mencintai sebatas cinta pada sesama saudara aja.
" sabarlah menanti usahlah ragu, kekasihkan datang sesuai dengan iman dihati." (maydani)

intinya adalah sabar sob... dan terus memperbaiki diri menuju yang lebih baik. ketika kita ingin mendapat hasil panen yang baik maka tanamlah benih yang baik pula, rawat dan siramlah terus, bahkan berilah pupuk. begitu juga dengan hati kita. siram dengan iman yang baik...

" Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki- laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan Perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang bak, dan laki- laki yang baik, untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)..." (Q.S An-Nur 26)

saat mentadaburi ayat tersebut, rasanya gimana gitu... nggak mau ah, sama laki-laki keji, so... kalo gk mau, ya jadi perempuan yang baik dong!. ^_^


terhadap jabatan....
mungkin kalo mahasiswa terhadap amanah dikampus. ya! cintailah karena Alloh, ketika amanah/ jabatan diberikan pada kita maka jangan pernah fikirkan yang indah-indahnya, jangan pernah fikirkan "namanya" saja. tapi fikirkan pertanggungjawabannya! fikirkan apa yang akan ku perbuat! sehingga amanah yang diberikan pada kita bukan sebagai bentuk kesombongan atau bangga-banggaan, tapi sebagai bentuk pengabdian. ikhlaskan semuanya karena Nya. karena ingin menolong agama Nya

" wahai orang- orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Alloh, niscaya Dia akan menolongmu, dan meneguhkan kedudukanmu." QS Muhammad:7

ya seperti itulah... ubahlah bentuk- bentuk cinta kita selama ini, terus memuhasabah hati...
bukan begitu sob.....???


by: ukh_risa

Rabu, 01 Desember 2010

cerita2 (sahabat nggak ada ganti!)


aku senang....
punya temen2 dikampus yg selalu mengisi hari-hariku. sehingga setiap hari yang kulalui penuh dengan warna (kadang2 seneng, kadang2 sebel, kadang2 gondok) hehehe .
kami ada enam orang. tapi kami nggak mau menyebutkan kami itu genk karena walau kami berenam selalu kompak tapi kami tidak menutup diri pada teman2 yang lain.
dan karena kami bukan sebuah genk maka tidak ada ketua genknya. itulah bedanya persahabtan anak sekolah ma anak kuliah. (esseh...). kalau aku sih lebih suka menyebutnya dengan "teman seperjuangan"

nah teman-teman ku ini punya keunikan masing-masing. semuanya punya prinsip, dan pribadi yang berbeda-beda. dan masing-masing dari kami walau kompak tapi tetap pada pendiriannya masing-masing, sehingga kalau ada sebuah keputusan yang dibuat maka harus berdasarkan persetujuan bersama. buaa suatu agenda juga harus berdasarkn kputusan brsama (acem organisasi ajee...)

ada namanya Uli: nih temen asli orangnya nggak pernah punya musuh. selalu senyum sama semua orang, orangnya pandai bgt merayu dan aku selalu jadi korbannya! paling setia menemaniku kemanapun. kosnya t4 persinggahan favoritku setelah mesjid Al- Amin. dialah yang selalu bertugas mengatur jadwal kami (jadwal diskusi, jadwal rihlah, jdwal kerjai tugas, ampe jadwal foto kopi).dy juga yang paling sering belikan aku sarapan pagi (hanya belikan! abis itu dibayar), dia juga yang selalu jadi imam kalo kami jama'ah soalnya katanya kalau aku lama, makanya kalo uda sholat dia langsung ambil posi2 mau jadi imam aja, byr cepet!(dasar!) hehehe, tapi diantara semuanya aku paling sering berantem alias ngambek2an ma dy. hehehehe. tapi kalo ngambek gk lama2 kok habis itu ketawa2 lagi

ada namanya Sri: orang nya gokil!!!!!!!! nggak usah ngomong ma dia, liat muke nye aje, uda buat ketawa! wkkwwkwkwk. paling sering godain aku, dia itu ibarat mamarazi selalu cari gosip terbaru. ck!kalau ada yang aneh langsung deh di publis. orangnya hemat, dan i like it! selalu ceria, kagak punye masalah. masak kemarin kami ada tugas berlembar2 dan dia belum syp smntara dikumpul jam ke dua. dy masih tetap nyantai ngerjainnya dengan tenang! uda deh kalau aku uda nagis darah aja tuh.....

ada namanya Lia: panggilannya banyak Safi, Sepi, dll. sebenarnya namanya Lia Safitri tp kami lebih suka manggil dia SAFI (hehehehe). padahal dy uda sering bilang "ingat Al-Hujarat ayat 11" tp susah gitu... soalnya dia orangnya lugu banget, paling polos, paling penakut, tp asli, dia tuh gk suka dendam, pemaaf banget orangnya. walau kadang menjelaskan sesuatu harus 2x hehehehe dan yg selalu bertugas sebagai transtoolnya adalah uli.

ada namanya Mita: satu kata untuk dia "kancil" dia itu punya banyak taktik dan strategi. cocoklah... orangnya pandai mengatur uang, maklum orang padang. akhir minggu kerjanya ke toko bantuin emaknye. paling banyak makannya, tapi paling kurus. kalau dia laper, uda deh pasti dy lgsung badmood, hehehe. dia temenku diskusi fismod n fismat.

ada namanya Rizqa: nah ni anak yang paling keras dr semuanya, sama kek aku. tapi paling enak memuhasabah diri ma dy. kami berdua sama2 punya prinsip yg gak bisa diganggu gugat. dia orangnya serius kali, pendiam, kadang kalau aku dan yg lain becanda dia cuma diam aja liatin kami satu persatu. hehehe. dan dia itu dibilang kembaranku! itulah salah satu yg buat kami semakin dket. kalo ada yg liat kami dibilang lah kami kembar, mirip, adek kakak. kadang bosen juga sih. padahl apa coba miripnya? dia orang aceh, aku orang karo. dia pendiam, aku? engggak banget!, dia manis, aku? lebih manis lagi hehehehehe (narsis) enggak ding, aku biasa ja,dia lebih tinggi pun dr aku, tp entahlah.... tapi justru karena itulah kami jadi dekat.

nah karena ada mereka hari-hariku jadi gk suntuk. kalo uda ribet ma fisika, ngerjai tugas2nya, mikirin rumus2nya, liat aja muka serik pasti ilang deh stressnya, apalagi ajak lia bicara makin ilang lagi stressnya melihat keluguannya. kalo lagi serius butuh teman bertukar pndapat tinggal sama rizqa, kalau lagi mecahkan jwbn soal2 tinggal ma mita, kalau minta ditemenenin, atw minta tolong tinggal ma uli.

mereka selalu menyemangatiku! dengan caranya masing2!
tapi namanya juga temen pasti ada cekcoknya. dan itu biasa tinggal gimana kita menghadapinya ja

owya lagu favorit kami adalah maydani: sumayyah dan unic, dan edcoustic sebiru hari ini. jadi kalo ngerjain tugas or diskusi kami denger lagu itu dulu. hehehe


Luv yu cozz Alloh....

Kamis, 18 November 2010

pencari ilmu atau pencari nilai kah?


Dahulu kala saat aku masih duduk dibangku SMA, pola pikir yang tertancap dalam otakku hanyalah pergi kesekolah-belajar yang rajin-dapat peringkat dikelas-membahagiakan orang tua. hanya itu!
target-target yang dibuat jelas namun prioritasnya hanya untuk mendapat nilai yang bagus saja. hanya sebatas itu. sehingga belajar hanyalah sebuah KEHARUSAN bukan sebagai KEBUTUHAN.
ya intinya jika belajar yang rajin maka bakal dapat nilai bagus.

Nah hal itu terus berlanjut sampai suatu ketika aku menemukan kendala. saat itu aku terus belajar dengan rajin untuk mendapatkan sesuatu. tapi kenapa aku tidak berhasil mendapatkan apa yang kumau tersebut?


kemudian seiring berjalannya waktu, saat aku mulai duduk dibangku perguruan tinggi, akupun sedikit demi sedikit belajar dan bertukar pikiran dengan orang-orang hebat. siapa mereka? yang pasti tak usah kusebut satu persatu namanya.
mereka mengajariku dan memperlihatkan kepadaku bagaimana seharusnya memperlakukan ilmu. ternyata ilmu itu kedudukannya sangat mulia, lebih mulia dan jauh lebih mulia dari sekadar mendapat nilai bagus.

akupun terkagum kagum, subhanalloh ternyata selama ini aku salah fikir, kemana saja aku selama ini? rasanya aku selama ini hanya dan hanya pemburu nilai saja.

namun aku tidak membantah bahwa mendapat nilai bagus itu penting. hanya saja nilai yang bagus itu harus diiringi dengan pemahaman yang baik pula terhadap ilmunya. apalagi saat ini aku berada didunia pendidikan. tentu aku harus bisa menguasai ilmu yang akan ku ajarkan kelak bukan?
aku langsung teringat kata seorang dosen, "kalian harus belajar yang rajin, cintailah ilmu, jika kalian tidak menguasai konsep-konsep fisika dengan baik, lantas bagaimana kalian mengajarkan anak-anak didik kalian? berdosa besar jika kalian mengajarkan asal-asalan kepada mereka." setelah mendegar kata-kata beliau aku pribadi sedikit tersentak. iya juga ya? aku sendiri saja belum yakin dengan ilmu ku, wah! perlu dan perlu belajar lagi nih. batinku.

lantas aku pernah berbincang-bincang dengan seorang teman, pembicaraan kami seputar nilai dan ilmu. spontan dia langsung mengatakan. untuk apa ilmu banyak, kalau IP standar, lulus lama, kalau aku disuruh milih bagusan ilmu pas-pasan deh dari pada harus lulus lama.
dan lantas kujawab. lebih baik jika ilmunya dapat, nilainya juga dapat! namun jika harus memilih, tak apa aku lulus lebih lama dari kalian jika ilmu yang kudapat disini sesuai dengan yang kumau, sehingga saat keluar dari universitas ini bekalku sudah lebih banyak dan lebih mantap!

yap seperti itulah dunia saat ini, seperti itulah, seperti saat aku SMA dulu. semua orang berburu nilai. sangat jarang bahkan jarang sekali orang yang benar-benar mencintai ilmu...

ya Alloh... sementara aku, aku masih sangat jauh dr kesempurnaan, pemahamanku masih cacat disana sini...
bantulah aku ya Alloh bantulah aku dan mereka agar kami bisa lebih mencintai ilmu....

Amin...

by: ukh_risa

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls